KDRT Faktor Nomer Satu Penyebab Perceraian

 

Setiap keluarga tentu menginginkan hubungan yang harmonis. Namun kenyataannya, hingga kini masih banyak dijumpai kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tidak hanya merugikan pasangan, KDRT juga bisa berdampak buruk bagi psikologis anak. Anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang mengalami KDRT berpotensi mengalami trauma, rendah diri, dan gangguan perilaku.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi KDRT, ada baiknya Anda terlebih dahulu mengetahui beberapa faktor penyebab terjadinya KDRT berikut ini.

Faktor Penyebab KDRT

  1. Riwayat Keluarga

Tanpa disadari, sebagian orang tua kerap melakukan kekerasan pada anak. Misalnya, ketika anak tidak mau mandi, mereka tidak segan-segan untuk memukul atau menamparnya.

Jika dibiasakan, anak pun akan menganggap bahwa tindakan tersebut merupakan cara mendidik yang benar. Sebab, pola asuh anak juga akan memengaruhi karakter dan kepribadiannya hingga dewasa. Akhirnya, ketika berumah tangga, kekerasan pun dijadikan sebagai ‘cara mendidik’ istri dan anak-anak.

  1. Masalah Ekonomi

Masalah ekonomi juga kerap menjadi pemicu seseorang bertindak brutal. Kegagalan dalam berbisnis, misalnya, atau penipuan yang mengakibatkan kerugian materi, juga kerap memengaruhi kondisi psikologis seseorang.

Dalam kondisi yang terpuruk, seseorang membutuhkan dukungan keluarga. Namun jika tidak ada dukungan dari keluarga, efek yang timbul umumnya adalah ketidakmampuan mengelola ego. Akibatnya, keluarga yang awalnya diharapkan bisa menjadi tempat bersandar akhirnya berubah menjadi objek pelampiasan kemarahan, yang berujung pada tindak kekerasan.

  1. Kurangnya Sikap Menghargai

Saat berumah tangga, sering timbul masalah yang tidak terduga. Ada kalanya, pasangan bisa menjadi sosok yang bisa diandalkan. Namun tidak jarang, keterbatasan membuatnya tidak mampu mengubah keadaan.

Di dalam segala situasi, setiap orang seharusnya bisa tetap menghargai pasangannya. Jika tidak, pasangan akan merasa tidak berharga, tidak dibutuhkan, dan bisa melakukan hal-hal yang menyimpang, seperti tindak kekerasan.

  1. Pengaruh Alkohol dan Narkoba

Alkohol dan narkoba memang bisa memberikan efek yang berbahaya, baik dari segi kesehatan maupun mental. Orang-orang yang baru mengonsumsi alkohol biasanya berada dalam kondisi setengah sadar. Jadi, apa pun yang dilakukannya tidak akan diingatnya kembali, termasuk kekerasan yang dilakukan dalam kondisi mabuk.

Sementara pengonsumsi narkoba cenderung memiliki sifat temperamental. Ketika obatnya habis, ia akan menjadi sosok yang sensitif dan mudah marah.

Cara Mengatasi KDRT

KDRT merupakan salah satu penyebab perceraian. Agar peristiwa KDRT tidak sampai terjadi di keluarga Anda, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

  1. Mengubah Cara Berkomunikasi

Keterbukaan dalam berkomunikasi menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan hubungan keluarga. Dengan saling jujur dan mau mendengarkan satu sama lain, pasangan akan bisa saling memahami dan lebih mampu mengontrol egonya masing-masing.

  1. Jangan Pernah Menyimpan Masalah

Saat memiliki masalah, jangan pernah menyimpannya sendiri. Sebab jika sudah menumpuk, masalah yang terus dipendam bisa menjadi bom waktu yang meledak sewaktu-waktu. Jadi, sekecil apa pun masalahnya, ada baiknya Anda mendiskusikannya dengan pasangan untuk menemukan soluisnya bersama-sama.

  1. Selalu Menghormati Pasangan

Ketika berkumpul bersama kolega, rekan kerja, atau sahabat, orang-orang kerap bercakap-cakap mengenai topik yang berhubungan dengan kehidupan pribadi. Tidak jarang, hal yang dibicarakan adalah tentang keburukan pasangan. Tentu saja, hal tersebut bisa membuat yang bersangkutan naik pitam.

Pasangan yang baik adalah sosok yang bisa menjaga nama baik pasangannya. Seburuk apa pun pasangan Anda, selalu jaga nama baiknya di depan orang lain.

  1. Saling Mendukung

Dalam menjalani kehidupan berumah tangga, setiap keluarga tentu pernah menghadapi masalah. Terkadang, ada satu pihak yang lepas tangan dan membiarkan pasangannya menghadapi masalah itu sendirian. Akhirnya, pasangan pun merasa tidak dihargai sama sekali.

Pasangan suami-istri seharusnya bisa saling mendukung dan saling menguatkan. Dengan begitu, rasa cinta dalam keluarga pun bisa semakin kokoh dan tidak mudah goyah.

Perilaku KDRT bisa terjadi karena banyak faktor. Namun dengan komunikasi yang baik dan disertai sikap saling menghormati, setiap keluarga bisa hidup damai tanpa KDRT hingga akhir usia.

 

Anda memiliki masalah perceraian dan hukum keluarga lainnya? Silakan konsultasikan masalah Anda dengan KantorPengacara.Co di +62 812-9797-0522 atau email ke: info@kantorpengacara.co

 

Baca juga: Tips mencari pengacara perceraian yang handal dan profesional

Leave a Comment