Langkah-Langkah Yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Mendaftarkan Merek Dagang

Memasarkan produk yang tidak memiliki merek tentu akan lebih sulit untuk dilakukan. Pasalnya, merek merupakan suatu pembeda yang membedakan produk satu dengan produk lainnya. Di sisi lain, merek juga merupakan alat branding yang dapat membuat suatu produk lebih mudah dikenal oleh para konsumen ataupun calon konsumen.

Apabila Anda menjalankan sebuah bisnis dengan produk yang Anda buat sendiri, mendaftarkan merek dagang di HKI (Hak Kekayaan Intelektual) sangat penting untuk dilakukan. Dengan mendaftarkan merek dagang di HKI, produk yang Anda buat akan murni menjadi milik Anda dan tidak bisa dijiplak oleh orang lain. Pertanyaannya, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum mengurus merek dagang?

  1. Lakukan Penelusuran Merek

Sebelum mengurus merek dagang, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan penelusuran merek. Apabila merek yang ingin Anda daftarkan sudah dimiliki orang lain, maka merek tersebut tidak bisa Anda daftarkan di Ditjen HKI.

Untuk melakukan penelusuran merek, Anda bisa memanfaatkan bantuan mesin pencari seperti Google atau mengecek daftar merek yang sudah terdaftar di HKI melalui situs resminya.

  1. Perhatikan Merek yang Ingin Anda Daftarkan

Langkah berikutnya, perhatikan merek dagang yang ingin Anda daftarkan. Dalam website resmi HKI, dijelaskan bahwa merek yang didaftarkan harus memiliki daya pembeda yang bisa berupa:

  • Gambar, seperti gambar kelinci pada logo Dua Kelinci atau burung garuda pada maskapai Garuda Indonesia;
  • Kata, seperti mesin pencari Google, Toyota, atau Bank Mandiri;
  • Nama, seperti misalnya Ralph Lauren atau Tommy Hilfiger;
  • Frase, seperti Air Mancur atau Sinar Jaya;
  • Kalimat, seperti Terus Terang Philip Terang Terus;
  • Huruf, seperti huruf “F” pada logo Facebook;
  • Huruf-huruf, seperti IMB atau DKNY;
  • Angka, seperti angka 3 pada logo provider Three;
  • Angka-angka, seperti merek rokok 555;
  • Susunan warna, seperti lope Pertamina atau Pepsi;
  • Bentuk tiga dimensi;
  • Hologram;
  • Suara;
  • Kombinasi dari unsur-unsur tersebut.

  1. Siapkan Berkas-Berkas untuk Mengurus Merek

Setelah Anda melakukan penelusuran merek dan memastikan merek yang akan Anda daftarkan, langkah berikutnya yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan berkas-berkas persyaratan. Adapun berkas-berkas yang diperlukan untuk mengurus merek dagang di antaranya adalah:

  • Biodata pemohon (perorangan maupun perusahaan) yang berisi nama, alamat, serta kewarganegaraan
  • 30 contoh merek dengan ukuran minimal 2 x 2 cm dan maksimal 9 x 9 cm
  • Daftar barang dan jasa yang akan diberi merek
  • Salinan resmi Akta Pendirian Perusahaan dan Anggaran Dasar Perusahaan
  • Surat Kuasa
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi NPWP

  1. Cari Tahu Tata Cara dan Prosedur untuk Mengurus Merek

Terakhir, cari tahu cara dan prosedur untuk mengurus merek, mulai dari prosedur awal pengajuan, proses pengajuan keberatan, waktu, hingga jumlah biaya yang diperlukan untuk membuat merek. Hal ini penting untuk Anda lakukan agar nantinya Anda tidak mengalami kendala saat proses pengurusan.

Perlu Anda ketahui juga, HKI menerapakan sistem prinsip teritorial dalam melindungi merek dagang yang berada dalam lingkupnya. Ini artinya, perlindungan merek hanya berlaku di negara tempat merek tersebut di daftarkan.

Apabila Anda ingin mendapatkan perlindungan hukum di luar wilayah Indonesia, maka Anda harus mendaftarkan merek Anda ke negara yang dituju dengan menunjuk konsultan HKI yang wilayah kerjanya meliputi negara tersebut sebagai kuasa. Biasanya, proses tersebut memakan waktu sekitar 6 bulan sejak tanggal penerimaan pertama di Indonesia.

Baca juga: Keuntungan mengurus legalitas usaha

Demikianlah langkah-langkah sebelum mendaftarkan merek yang wajib Anda perhatikan. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment