Istri Melahirkan, Apakah PNS (Suami) Dapat Hak Cuti ?

Istri Melahirkan Normal/Operasi Caesar, PNS (Suami) Dapat Hak Cuti

Bukan hanya istri yang mendapatkan cuti ketika melahirkan, suami juga memiliki hak yang sama. Apa bedanya?

 

Pada saat menjalani proses melahirkan, seorang perempuan akan memperoleh hak cuti selama 3 bulan. Hak ini diberikan supaya ia dapat mempersiapkan kelahiran bayi dan merawatnya secara maksimal, terutama pada bulan-bulan pertama kelahiran. Masa ini cukup menyita waktu dan tenaga.

 

Namun, ternyata bukan hanya istri saja yang membutuhkan cuti menjelang atau setelah proses kelahiran. Para suami pun memiliki peran yang sangat penting dalam merawat dan mendukung istri dan anak selama beberapa waktu. Itulah sebabnya, pada Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017, dicantumkan aturan mengenai cuti tersebut bagi PNS (suami).

 

 

 

Syarat Cuti Bagi Suami                                        

Dalam aturan ini disebutkan beberapa jenis cuti yang menjadi hak seorang PNS, seperti cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, dan cuti karena alasan penting. Khusus untuk cuti karena alasan penting ini, ada beberapa ketentuan yang berlaku.

 

  • Keluarga PNS mengalami musibah berupa sakit keras atau meninggal dunia. Keluarga tersebut meliputi ibu, bapak, suami, istri, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu.
  • PNS bersangkutan melangsungkan pernikahan.
  • PNS mengalami sakit keras
  • Istri PNS melahirkan, baik secara normal maupun operasi caesar.
  • Mengalami musibah kebakaran atau bencana alam.

 

Pemberian cuti karena alasan penting ini paling lama adalah 1 bulan. Lama cuti ditentukan oleh Pejabat yang Berwenang Memberikan Cuti.

 

Khusus untuk PNS laki-laki yang mendampingi istri untuk melahirkan, syarat utamanya adalah wajib melampirkan surat keterangan rawat inap yang bisa didapatkan dari Unit Pelayanan Kesehatan.

 

Cara untuk mendapatkan hak atas cuti ini adalah PNS perlu mengajukan permohonan secara tertulis. Setelah itu, Pejabat yang Berwenang Memberikan Cuti akan menentukan lama yang diperlukan.

 

Cuti tersebut juga diberikan secara sementara oleh pejabat tertinggi dalam unit kerja terkait apabila ada hal yang mendesak.

 

Ketika menjalani cuti karena alasan penting ini, PNS tetap berhak memperoleh penghasilan yang termasuk gaji pokok, tunjangan pangan, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan.

 

Baca juga: Karyawan kontrak berhakkah mendapatkan jatah cuti?

Pentingnya Cuti Mendampingi Istri

Di Indonesia, peraturan mengenai pemberian hak cuti kepada suami yang mendampingi istri melahirkan memang belum ada secara khusus. Pada perusahaan-perusahaan tertentu, aturan cuti ini sudah jelas, yaitu selama 2-5 hari kerja. Namun, ada pula perusahaan yang mengizinkan suami untuk menjalani cuti selama 2 bulan penuh setelah istri melahirkan.

 

Sayangnya, sebagian perusahaan tidak memedulikan hak atas cuti tersebut sehingga pekerja tetap diminta untuk masuk kerja meskipun istri baru saja melahirkan. Padahal, pada kondisi tersebut, peran dan dukungan suami sangat dibutuhkan di dalam keluarga.

 

Selain itu, sosok ayah memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan anak. Hal itu dapat dimulai sejak hari pertama kelahiran. Hal ini penting diperhatikan karena budaya yang berkembang di Indonesia saat ini adalah kaum ibu saja yang bertanggung jawab penuh untuk merawat anak.

 

Kehadiran ayah juga sangat mendukung pemberian ASI eksklusif kepada bayi yang baru lahir. Seperti diketahui, istri yang baru saja melahirkanmembutuhkan dukungan supaya tidak stres sehingga dapat menyusui dengan maksimal. Ayah juga perlu mendampingi istri karena ada banyak kasus kematian ibu pada saat melahirkan.

 

Bagi PNS, cuti mendampingi istri ketika melahirkan sudah tercantum jelas dalam undang-undang. Sementara itu, hingga saat ini, para pekerja swasta masih berpatokan pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Nah, dengan keberadaan cuti ini, anak diharapkan dapat lebih terawat dan memperoleh haknya.

Leave a Comment