5 Alasan Kenapa Anda Harus Berhenti Cemburu Buta terhadap Pasangan

5 Alasan Kenapa Anda Harus Berhenti Cemburu Buta terhadap Pasangan

Cemburu buta kepada pasangan bukan hal yang baik. Ini alasannya!

Cemburu adalah sesuatu yang sangat wajar dalam setiap hubungan. Perasaan ini merupakan salah satu tanda kalau kita benar-benar mencintai pasangan—bahwa kita tidak ingin suami/istri berbagi kasih dengan yang lain.

 

Namun, ada juga tipe pencemburu yang kelewat posesif dalam memperlakukan pasangannya. Sering mengecek ponsel pasangan, diam-diam membaca chat WhatsApp-nya, sampai mengikuti suami/istri ke mana pun pergi adalah tanda kalau Anda sudah dikuasai cemburu buta.

 

Hati-hati jika sudah begitu, sebab hal obsesif semacam ini bisa berujung pada sesuatu yang kurang baik bagi diri sendiri maupun kelangsungan hubungan. Berikut beberapa alasan mengapa Anda harus belajar berhenti cemburu buta terhadap suami atau istri.

 

  1. Membuat Stres

Orang yang cemburu buta cenderung dikuasai oleh pikiran negatiif yang sebetulnya tidak pernah terjadi, misalnya menganggap suami berselingkuh dengan rekan kerjanya ketika dinas di luar kota, istri punya pria idaman lain, dan sebagainya.

 

Tak heran jika hal ini lama-kelamaan akan menyebabkan pikiran stres, dan bukan tidak mungkin depresi. Stres akan membuat produktivitas menurun sehingga rutinitas sehari-hari terganggu.

 

 

 

  1. Tidak Bahagia

Setiap detik Anda menghabiskan waktu untuk cemburu buta pada pasangan, saat itu juga Anda kehilangan kesempatan untuk hidup bahagia. Ya, orang yang cemburu cenderung tidak akan merasa bahagia dalam hidup karena pikirannya sudah tersita untuk mengkhawatirkan hal-hal negatif yang sejatinya tak pernah terjadi.

 

Lebih baik fokuslah menghabiskan waktu untuk hal-hal yang positif. Alih-alih menuduh pasangan tak setia, bangunlah komunikasi dan rasa saling percaya yang baik. Dengan begitu, kehidupan rumah tangga Anda jauh dari perasaan curiga.

 

 

 

  1. Menyakiti Perasaan Pasangan

Sadar atau tidak, perasaan cemburu yang berlebihan akan membuat pasangan sakit hati, lho. Cemburu buta secara tidak langsung menandakan bahwa Anda tidak mempercayai mereka, bahwa Anda menuduh mereka berkhianat terhadap janji suci pernikahan.

 

Ya, siapa yang tak sakit hati jika dituduh melakukan hal yang sebenarnya tak pernah dilakukannya? Jadi, mulai sekarang, belajarlah untuk mengelola rasa cemburu sebaik mungkin. Setiap kali Anda ingin marah karena cemburu, ingatlah ada hati pasangan yang harus Anda jaga.

 

 

 

  1. Tidak Mengubah Apa pun

Percayalah, cemburu buta tidak akan mengubah apa pun. Kondisi tidak akan berputar 180 derajat hanya karena Anda cemburu. Perasaan ini justru akan berakibat pada menurunnya kesehatan Anda. Ya, ada korelasi erat antara cemburu dengan kesehatan.

 

Orang yang cemburu cenderung rentan mengalami stres. Saat stres, produksi asam lambung akan meningkat sehingga menyebabkan maag. Anda tentu tak mau, kan, berujung opname di rumah sakit hanya karena persoalan sepele bernama jealousy?

 

Baca juga: Keuntungan menggunakan jasa pengacara perceraian

 

 

  1. Memperburuk Keadaan

Cemburu berlebihan akan membuat keadaan semakin buruk dari yang sebenarnya. Saat cemburu, Anda rentan dikuasai emosi negatif sehingga tidak bisa berpikir jernih. Alih-alih membicarakan masalah dengan kepala dingin, Anda justru marah-marah.

 

Hal lain yang tak kalah penting diperhatikan adalah perasaan pasangan Anda. Ya, tak jarang pasangan yang awalnya setia dan baik-baik saja malah jadi berselingkuh karena terlalu sering dituduh pasangannya berbuat macam-macam. Bukankah hal ini artinya membuat keadaan semakin runyam?

 

Nah, itulah beberapa alasan mengapa Anda harus berhenti cemburu buta kepada pasangan. Cemburu tentu sangat diperbolehkan, tapi sampaikanlah dengan cara yang baik dan terbuka—bukan dengan menyindir, menuduh, atau marah-marah yang hanya akan membuat kehidupan rumah tangga berantakan, sampai berujung pada perceraian. Semoga bermanfaat dan terus jaga hubungan baik dengan pasangan!

Leave a Comment